Rabu, 28 Juni 2017

AWAL MULA KEHADIRAN KAPITALISME DI RUSIA



Ditulis Oleh: Ismantoro Dwi Yuwono


Setelah seharian ini aku menulis sebuah artikel "Bolshevisme dan Kaum Petani", aku membutuhkan waktu luang untuk refreshing. Cukup menyuntukkan juga berurusan dengan aparatur ilmiah: memeriksa kutipan, melacak referensi, mengkomparasikan satu ide dengan ide lainnya, dan kemudian memberikan analisis. Dan, inillah hasil refreshingku, sebuah tulisan yang mengalir begitu saja, mencuat dari kotak memoriku tanpa didamping oleh aparatur ilmiah yang menyita banyak waktu.
_______________________________________________________

Rusia adalah negara yang secara ekonomi mengalami keterbelakangan. Hal itu disebabkan oleh kondisi geografisnya yang buruk dan penduduknya yang hidup terpencar-pencar dalam wilayah yang sangat luas. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan sangat terlambatnya perkembangan kapitalisme domestik di tanah Rusia. Kelas ini membutuhkan keberadaan infrastruktur yang baik, seperti telegraf, alat-alat transportasi, dan kereta api, untuk mendukung kemunculan dan perkembangannya. Untuk kepentingan itu, tentu saja, harus dibangun perangkat-perangkat yang mendukungnya, misalnya perangkat-perangkat telegraf dan jalan-jalan kereta api. Selain itu, kapitalisme juga membutuhkan kondisi penduduk yang terkonsentrasi untuk memudahkannya dalam mengkonsentrasikan modal dalam suatu wilayah. Dan sekaligus, memudahkan untuk mengontrolnya.
Leon Trotsky menilai, ekonomi Rusia yang terbelakang itulah yang mengakibatkan kondisi perekonomiannya masih dalam keadaan primitif. Dengan kata lain, Rusia tidak mengalami perkembangan ekonomi sebagaimana yang terjadi di negara-negara Eropa.
Walau pun begitu, Rusia adalah bagian dari dunia yang tidak bisa melepaskan dirinya dari pengaruh negara-negara lain yang kapitalismenya sudah terbangun, berkembang dan maju. Berangkat dari kondisi seperti itulah, Rusia pun mendapatkan tekanan dari negara-negara itu. Tekanan untuk mengadaptasikan corak produksinya dengan corak produksi negara-negara kapitalis maju itu.

★ 

Terjadinya perkembangan kapitalisme di Rusia tidak seperti yang terjadi di negara-negara Eropa. Ada keunikan tersendiri. Dimana letak dari keunikan itu? Leon Trotsky menunjukkan, bahwa perubahan corak produksi dari feodalisme ke kapitalisme tidak datang dari upaya kaum borjuis domestik menumbangkan rezim lama, Tzar. Namun, datang dari gencetan imperialisme Eropa terhadap feodalisme-Tzar. Dampak dari gencetan ini adalah di satu sisi rezim Tzar berupaya untuk beradaptasi dengan sistem kapitalisme yang sudah berkembang di Eropa dengan cara membuka pintu bagi imperialisme Eropa untuk masuk ke tanah Rusia, namun di lain sisi rezim ini berupaya mempertahankan tradisi feodalistiknya. Disinilah letak dari keunikan perkembangan kapitalisme di Rusia.
Masuknya imperialisme Eropa di tanah Rusia—yang kemudian diikuti dengan pembangunan infrastuktur, sebagai bentuk dari investasi imperialis berorientasi, meminjam istilah David Harvey, spatio temporal fix—bukannya tidak menguntungkan secara finansial bagi rezim Tzar. Predator dari Eropa itu memberikan pasokan keuangan kepada rezim. Pasokan tersebut, tentu saja, berasal dari nilai lebih yang dihasilkannya dalam kegiatan eksploitasi di tanah Rusia. Keuntungan yang diperoleh itu dimanfaatkan oleh rezim untuk memperkuat simpul-simpul kekuasaannya, menyuap para birokrat feodal agar tetap setia, mempertahankan hierarki kekuasaan, dan memberikan pendanaan yang besar kepada militer. Alokasi keuntungan ke sektor-sektor itu dilakukan oleh Tzar untuk kepentingan mempertahankan kekuasaan feodalnya di tanah Rusia.
Pasokan yang diberikan oleh imperialisme Eropa itu sebenarnya tidak hanya berasal dari nilai lebih, tetapi juga berasal dari bunga utang yang dibayarkan oleh rezim Tzar. Untuk mempertahankan rezimnya Tzar juga membuat utang dengan imperialis. Menariknya, bunga utang yang diperoleh ditanamkan (diinvestasikan) kembali di tanah Rusia. Jadi, sebenarnya kaum imperialis tidak kehilangan apa-apa, bahkan mendapatkan keuntungan yang berasal dari penghisapannya terhadap sumber daya alam dan buruh-buruh murah Rusia.
Sumber keuangan rezim Tzar, sebagaimana ditunjukkan oleh Trotsky, tidak hanya berasal dari apa yang telah aku sampaikan di muka. Tetapi juga diperolehnya dari menghisap hasil kerja kaum petani. Dengan begitu, rezim ini mendapatkan “transfusi darah” dari dua pihak, yakni dari kaum imperialis dan petani Rusia. Dari pihak pertama rezim mendapatkannya dengan cara menelan nilai lebih dan dari pihak kedua rezim merampasnya.


Dibukanya kesempatan bagi imperialis untuk memenetrasikan modalnya di tanah Rusia, membawa akibat berdirinya berbagai bentuk industri kapitalis-imperialisme. Yang diikuti pula oleh munculnya buruh-buruh upahan. Tidak seperti negara-negara Eropa lainnya, di negeri beruang merah ini industri tidak terkonsentrasi di kota-kota. Wilayah perkotaan hanyalah berperan sebagai tempat terjadinya kegiataan administrasi dan pusat militer rezim Tzar. Berbagai industri berdiri dan beroperasi di desa-desa. Selain itu, buruh-buruh yang dipekerjakannya pun banyak yang berasal dari kaum tani. Bahkan pekerjaan sebagai buruh upahan industri oleh sebagian buruh hanya dijadikan pekerjaan sambilan. Pekerjaan yang dipokokan oleh mereka adalah bertani. Menurut Trotsky, “musim panas yang lebih pendek dibandingkan dengan Eropa Barat memberikan jeda musim dingin yang lebih panjang. Karena faktor-fakor ini, industri manufaktur tidak pernah terpisahkan dari pertanian dan tidak terkonsentrasikan di kota-kota, tetapi menetap di pedesaan sebagai pekerjaan sambilan selain pertanian—selama jeda musim dingin.”
Ketika kapitalis-imperialisme semakin meluas di Rusia tidak ditemui terjadinya perkembangan yang signifikan berbagai kerajinan (manufaktur) yang merupakan embrio dari bangkitnya kapitalisme domestik. Justru pada saat itu—di pertengahan kedua abad ke-19—kerajinan hanya temukan di daerah pedesaan. Modal-modal besar yang beroperasi tidaklah berasal dari kaum kapitalis domestik, bukan pula dari rezim Tzar, namun berasal dari kapitalis-imperialisme. Hal itu terjadi, karena lemahnya kapitalis domestik. Dan rezim feodal pun hanya berperan sebagai parasit, yang semakin hari semakin bertambah korup.
Sementara itu, buruh semakin bertambah jumlahnya, semakin terkonsentrasi dan semakin kuat. Kondisi seperti ini, menurut Trotsky, menghasilkan kenyataan bahwa perjuangan demi kepentingan seluruh bangsa Rusia jatuh di pundak satu-satunya kelas yang kuat di negeri ini, yakni kelas buruh (proletariat) industri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar