Rabu, 29 Agustus 2018

DASAR-DASAR MARXISME-LENINISME 1


A.G. MILEIKOVSKY, DKK.
Alih Bahasa: Ismantoro Dwi Yuwono

Diterjemahkan dari judul asli "FUNDAMENTALS OF MARXISM-LENINISM"


Dasar-dasar ajaran Marxisme-Leninisme membutuhkan keseriusan dan ketotalan dalam mempelajarinya. Keseriusan dan ketotalan itu, merupakan syarat bagi siapa pun yang berniat untuk menguasai alat perjuangan kelas ini. Lebih jauh, untuk menguasainya dibutuhkan pula kerja keras dan penyediaan waktu luang yang cukup. Pertanyaannya, apa yang akan kita dapatkan dengan mempelajari atau menguasai “Dasar-Dasar Marxisme-Leninisme” ini?
Jawaban singkat yang dapat kami berikan adalah: Dasar-Dasar Marxisme-Leninisme akan memberikan pengetahuan yang integral terhadap pandangan hidup dunia, pandangan yang paling progresif dalam hidup kita. Melalui penguasaan pengetahuan itu, kita akan memahami bahwa betapa harmonis dan megahnya pengkombinasian antara ajaran-ajaran yang dirumuskan oleh Karl Marx dan Lenin.
Buku ini, akan menyajikan ajaran-ajaran filsafat Marxis-Leninis, termasuk juga ajaran-ajaran materialisme historis, teori ekonomi Marxis-leninis, teori dan taktik gerakan kaum komunis internasional, serta menunjukkan tentang pentingnya sudut pandang ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme untuk menilai gerakan massa demokratik yang sedang berlangsung hari ini, menunjukkan perbedaan antara sosialisme dan komunisme.
Mengingat betapa lengkap dan sistematisnya ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme, yang tidak mungkin dicakup semuanya di dalam buku ini. Maka, buku ini hanya akan memberikan dasar-dasa ajaran atau pandangan hidup dunia itu.
Ada berbagai jenis pandangan hidup dunia, baik itu pandangan hidup yang berkarakter progresif maupun reaksioner. Beberapa pandangan hidup dunia didasarkan pada berbagai kepercayaan takhayul, kepercayaan yang digunakan untuk mencari kebenaran hidup di dunia, kebenaran yang berdasarkan pada kebutaan religius dan bersandarkan pada tokoh-tokoh yang dianggap suci (vicars) oleh masyarakat. Bahkan beberapa filsuf [borjuis—pen.], baik secara tidak terbuka maupun secara terus terang, memberikan legitimasi terhadap ajaran-ajaran yang bersifat takhayul dan keberadaan para dewa, legitimasi yang sebenarnya ditujukan untuk menghancurkan ilmu pengetahuan yang bekarakter materialis dan berusaha memperkokoh kepalsuan pandangan hidup dunia.
Metode yang digunakan oleh ajaran-ajaran yang berorientasikan pada ketakhayulan dan dewa-dewa tersebut tidak lain adalah ajaran-ajaran yang berdasarkan pada filsafat idealisme-reaksioner. Filsafat reaksioner itu, digunakan untuk menjaga agar masyarakat borjuis dapat selalu dipertahankan dengan cara menyebarluaskan, melegitimasi, dan memperkokoh ajaran-ajaran yang bersifat takhayul dan pendewaan terhadap sesuatu yang tidak rasional.
Marxisme-Leninisme memiliki perbedaan yang mencolok dengan berbagai ajaran-ajaran takhayul dan bebagai filsafat idealisme. Ideologi atau senjata perjuangan kelas buruh ini, menolak ajaran-ajaran dan filsafat reaksioner itu, mendasarkan diri pada kenyataan hidup, dan membimbing orang untuk memiliki keindependenan atau kebebasan dalam berpikir.
Marxisme-Leninisme memandang dunia dengan apa adanya (actually), tanpa memasukan ke dalam ajarannya lamunan tentang surga dan neraka yang tidak kasat mata, bagaimana secara nyata alam bekerja, manusia menjadi dirinya sendiri, dan apa yang membedakan antara bekerjanya alam dan manusia.

Sambungan masih dalam proses penerjemahan ...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar